Pemantauan detikcom di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis (19/11/2009), sidang Antasari tengah berlangsung dengan mendengarkan keterangan saksi dari penyidik kepolisian. Tiba-tiba, pet! Lampu, pengeras suara, dan pendingin ruangan mati sekitar pukul 10.30 WIB.
Padahal karena terbatasnya ruangan, sebagian pengunjung mengandalkan monitor dan speaker yang ada di luar ruang sidang untuk mengikuti jalannya persidangan. Setelah listrik padam, mereka terpaksa berjejal-jejal memasuki ruangan yang sudah penuh agar tidak ketinggalan mengikuti sidang yang terus berlangsung. Pengunjung yang sebelumnya di dalam pun sebagian keluar untuk memberi kesempatan kepada pengunjung yang lain.
Karena pendingin ruangan juga mati, pengunjung yang berjubel merasa kepanasan. Mereka tampak mengurangi hawa panas dengan berkipas-kipas menggunakan kertas dan tangan. Hingga pukul 11.00 WIB, listrik tak kunjung kembali menyala.
"Gimana sih ni PLN, masa pengadilan kena pemadaman bergilir. Ini kan menyangkut nasib negara," celetuk salah seorang pengunjung sidang.
Tak hanya di ruang sidang Antasari, di tempat terdakwa lain, Sigid Haryo Wibisono, disidang pun hal serupa terjadi. Saat itu sidang tengah berlangsung dengan mendengarkan keterangan dari saksi, mantan Kapolres Jaksel Kombes Chairul Anwar. Di ruangan sidang yang lebih sempit itu pengunjung juga tidak bisa lagi menyimak jalannya sidang karena suara yang terdengar sangat pelan.
Listrik padam saat ini diketahui melanda Pejaten Barat. Kawasan ini meliputi PN Jaksel.
(sho/nrl)










































