"Untuk pelayanan Katering di Armina akan disajikan dalam bentuk prasmanan. Jamaah akan mendapatkan 16 kali makan, 4 kali di Arafah pada tanggal 8 Dzulhijah untuk makan malam. Sedangkan tanggal 9 Dzulhijah akan mendapatkan makan tiga kali," kata Kepala Pengawasa Katering Armina PPIH, Sri Ilham Lubis, kepada wartawan di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Syisha, Makkah, Rabu (18/11/2009).
Sedangkan, lanjut Sri, menjelang keberangktn ke Muzdalifah para jamah akan mendapatkan satu box makanan ringan yang berisi biskuit, jus, air mineral dan buah-buahan. Baru pada tanggal 10 Dzulhijjah, saat berada di Mina, jamaah akan diberikan sarapan pagi, makan siang dan makan malam hingga tanggal 13 Dzulhijjah atau selesai Nafar Sani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri menerangkan, setiap maktab nantinya akan diisi tujuh sampai 8 meja untuk
prasmanan. "Insya Allah, kita sudah berkoordinasi denga Muassasah untuk bagaimana penempatan meja prasmanan sebisa mungkin ditempatka di tenda jamaah agar bisa melindungi makanan dari debu dan jamaah lebih nyaman," jelas salah satu Kepala Sub Direktorat di Departemen Agama ini.
Model prasmanan bagi makanan katering jamaah ini, jelas Sri lagi, sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Hal ini dilakukan agar bisa menjamin makanan tidak basi, fresh, jumlah makan memadai dan mudah mengawasi makanan itu sendiri.
"Tahun ini kita sudah berkoordinasi dengan setiap perusahaan yang telah ditunjuk Misi Haji Indonesia dan Muassasah agar lebih bik dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Sri mengatakan, proses awal katering sampai penyajian masakan akan selalu diawasi personelnya di lapangan. Katering prasmanan ini dihargai Saudi Riyl (SR 275) per orang selama 16 kali.
Rinciannya, SR 215 perjamaah untuk 16 kali makan dan 60 riyal untuk melayani
logistik, sarana dan prasmanan, kebersihan dan penempatan bahan baku. "Jadi
totalnya SR 275 per jamaah selama berada di Armina," pungkasnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Subakin Abdul Muthaliba. Bahkan pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada para pemilik pemondokan supaya menjamin persediaan air untuk mandi para jamaah menjelang keberangkatan ke Padang Arafah, khususnya kepada pemondokan yang berada di sektor I, II, dan III. Kemudian pemilik pemondokan wajib menjamin keamanan pemondokan ketika ditinggal jamaah selama wukuf.
Sedangkan selama di Arafah dan Mina (Armina), Kata Subakin, seluruh jamaah akan mendapat makan tiga kali sehari dalam bentuk prasmanan. PPIH, kata dia, memilih model prasmanan ketimbang nasi kotak karena lebih terjamin kualitasnya. Satu meja prasmanan disusun untuk melayani sekitar 375 jamaah.
(zal/anw)










































