Demikian disampaikan Komandan Satuan Pengamaanan Masjidil Haram, Kolonel Yahya Al-Zahrani, kepada Arab Times seperti dikutip Media Center Haji, Rabu (18/11/2009). Dari 2.194 petugas keamanan itu, juga satuan pengamanan darurat, satuan keamanan reguler untuk memperkuat satuan militer dan Garda Nasional lainnya yang akan ditempatkan di dekat pintu-pintu Masjidil Haram.
Pergerakan jutaan jamaah calhaj yang berada di dalam Masjidil Haram maupun di kawasan sekitarnya, lanjut Kolonel Yahya akan dimonitor terus melalui 700 kamera (CCTV) yang dipasang dan diawasi dari Ruang Operasi (Operation Room). Sejumlah polisi tanpa seragam juga akan terus memantau gerakan orang-orang yang dicurigai termasuk kawanan copet atau penjambret yang biasanya melakukan aksinya di tengah kerumunan ratusan ribu manusia yang sedang beribadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Yahya, dari Ruang Operasi ini jamaah tersesat juga akan bisa
dipantau, namun demikian ia juga mengimbau agar jamaah selalu membawa kartu
identitas atau tanda pengenal lainnya. Di pintu-pintu masuk Masjidil Haram juga dipasang lampu merah-hijau, untuk menunjukkan apakah jamaah masih bisa atau tidaknya memasuki ruang mesjid.
(zal/anw)











































