"Saya perlu jelaskan mengapa saya beri kesempatan kepada Panda Nababan begitu lama. Beliau menjadi anggota DPR sejak 1999 dan di Komisi III beliau yang paling lama," kata Ketua Komisi III DPR, Benny K. Harman, usai mendengar ceramah panjang lebar seputar pengalaman Panda Nababan soalย penegakan hukum dalam rapat kerja antara Komisi III DPR dengan KPK, Polri, dan Kejagung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2009).
"Beliau yang ikut membidangi Undang-undang ini (KPK, Polri, dan Kejagung), walaupun kadang-kadang menjadi target KPK," imbuh Benny, meyakinkan anggota DPR sembari tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua tahu diri juga," ujar Benny lagi.
Panda Nababan memang mendapat kesempatan paling lama. Panda menceritakan banyak hal yang dialaminya di DPR selama sepuluh tahun lebih.
Sempat ada beberapa anggota DPR yang merasa tidak adil karena sejak awal pimpinan sidang selalu melarang adanya pendalaman. "Tidak adil Ketua," begitu protes salah seorang anggota Komisi III sebelum Panda menutup ceramahnya dengan pantun.
"Kebersamaan adalah ketajaman, kalau mereka (KPK, Polri, dan Kejagung) punya keterbukaan supaya tajam," ujar Panda saat mengartikan pantunnya.
(van/anw)











































