Gubernur Lemhanas: SP3 Pilihan Terbaik

Konflik Kejagung, Polri vs KPK

Gubernur Lemhanas: SP3 Pilihan Terbaik

- detikNews
Rabu, 18 Nov 2009 20:19 WIB
Gubernur Lemhanas: SP3 Pilihan Terbaik
Praha - Surat Perintah Penghentian Penyidikan dan Surat Perintah Penghentian Penuntutan merupakan alternatif terbaik dalam menangani kasus yang menyangkut KPK, Kejaksaan dan Polri.

Hal itu disampaikan Gubernur Lemhanas Prof. Muladi, SH dalam sarasehan bersama masyarakat Indonesia di Wisma Duta Besar, Praha, Ceko, Selasa (17/11/2009) waktu setempat.

Dalam saresehan yang dibuka oleh Duta Besar Salim Said, Muladi menjawab pertanyaan masyarakat menjelaskan bahwa selain SP3 konflik Kejagung, Polri berhadapan dengan KPK itu juga bisa diselesaikan dengan abolisi dan deponering.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muladi, kalau abolisi, presiden harus meminta persetujuan DPR untuk menghentikan penuntutan. Sedangkan untuk pilihan deponering harus menyampingkan perkara demi kepentingan umum. Tapi untuk kasus ini tidak mungkin melakukan deponering.

"Jadi pilihan tepat adalah SP3," demikian Muladi, seperti disampaikan Counselor Fungsi Pensosbudpar KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada detikcom.

Selama berkunjung di Ceko, Muladi antara lain bertemu dengan Deputi Menperindag Vlastimil Laurenz untuk membahas peningkatan kerjasama bilateral kedua negara sebagai tindaklanjut dari hasil Sidang Komisi Bersama Pemerintah RI-Ceko, yang diteken pada Agustus 2009 lalu.

Selain itu Muladi juga bertemu dengan Walikota Pardubice, sekaligus meninjau industri strategis Explosia, yakni sebuah pabrik amunisi/bom dan produsen radar Era. Kedua industri ini merupakan industri strategis yang menjadi salah satu andalan Ceko.

Selepas itu Muladi mengadakan pertemuan dengan Universitas Pertahanan, Brno. Kunjungan ini sebagai langkah awal untuk menjajaki kerjasama dengan instansi tersebut, sehubungan dengan rencana kunjungan siswa-siswa Lemhannas ke Ceko tahun 2010.

Muladi dijadwalkan juga akan melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Hubungan Luar Negeri dan Direktur Kebijakan Pertahanan Ceko besok, Kamis (19/11/2009).

Diharapkan kunjungan ini akan dapat meningkatkan hubungan antar institusi dan antar pemerintah kedua negara dalam rangka meningkatkan kerjasama antara RI-Ceko di masa depan.

(es/es)


Berita Terkait