Hal ini dia sampaikan ketika membuka rapat kabinet terbatas tentang rekomendasi Tim 8. Rapat digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/11/2009).
"Jika secara formal ada yang mengangkat berita yang sama sekali tidak ada kebenarannya itu, cara yang lalu akan saya tempuh demi keadilan dan kehormatan saya sebagai Kepala Negara. Sekaligus tidak boleh kita memberikan toleransi pada pihak-pihak tidak bertangggung jawab," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena bagi saya sudah keterlaluan. Kalau tidak saya hadapi akan menimbulkan persepsi yang keliru pada masyarakat luas," jelasnya.
Sebelumnya SBY menyatakan satu bulan terakhir ini dia terus mengikuti berbagai isu dan wacana masyarakat terkait kemelut proses hukum Bibit-Chandra baik lewat media massa, SMS, jejaring Facebook dan Blackberry. Gelombang pro dan kontra, hilangnya rasa kepercayaan dan kecurigaan yang muncul, bagi SBY sejauh ini masih dalam batasan yang wajar.
"Tapi saya prihatin ada rumor, desas-desus, beritaย tidak jelas sumbernya yang menyangkut nama saya, bahkan ada keluarga saya. Yang itu sama sekali tidak ada kebenarannya, tidak ada menjadi ada," kata SBY.
Namun lebih lanjut SBY menegaskan yang menjadi prioritas saat ini adalah pengambilan solusi cepat dan tepat menindaklanjuti rekomendasi Tim 8. Soal rencana langkah hukum terhadap penyebar berita bohong baik yang ditujukan pada pemerintah dan dirinya, pada saatnya nanti akan diselesaikan.
"Kita fokus dulu ke sini (kemelut proses hukum Bibit Chandra) harus kita selesaikan dengan rambu-rambu kebenaran dan keadilan sambil hentikan budaya buruk seperti ini," sambungnya. (lh/nrl)











































