Kejadian ini terjadi di ruang kerja Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2009) pukul `10.22 WIB. Kapolri mengetuk-ngetuk mikrofonnya untuk menandakan alat pengeras suara itu mati. Belum ada satu kata pun yang dia ucapkan.
Sembari menunggu alat bantu itu diperbaiki, sesekali ia mencopot kaca matanya dan melipat tangannya ke depan. Lalu melihat kanan dan kiri.
Karena lama mikrofonnya tak juga hidup, anak buahnya mengangsurkan mikrofon yang ada di belakangnya. Mikrofon itu berfungsi. "Dari belakang Pak, digeser," ujar BHD sembari tersenyum.
BHD pun memulai penjelasannya tentang kasus Bibit dan Chandra yang menjadi tema sentral hari ini.
(amd/nrl)











































