"Saya sebagai kepala negara ingin bergerak cepat. Ada proses internal yang kita lakukan. Saya lakukan adalah sesuatu yang mengalir dari tatanan konsitusi, UU, dan peraturan pemerintah yang berlaku," kata SBY.
Hal itu disampaikannya saat menerima Tim 8 di kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (17/11/2009).
Menurut SBY, rekomendasi ini akan menjadi masukan dan pertimbangan penting bagi pencarian solusi terbaik atas permasalahan kasus Bibit-Chandra.
"Yang kita hadapi tetap dalam rangka kebaikan bagi bangsa dan negara kita. Saya meminta tim bekerja keras siang dan malam," katanya.
SBY pun memberikan penghargaan dan apresiasinya kepada Tim 8 dan Menkopulhukam karena terus memberikan update mengenai permasalahan ini.
"Reformasi bidang hukum yang menjadi prioritas bagi kita semua. Tentu setelah menerima laporan ini," imbuhnya.
(gus/ken)











































