"Faktanya tidak seperti itu," ujar Hadiatmoko dalam persidangan dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (17/11/2009). Hal itu disampaikan Hadiatmoko menjawab pertanyaan hakim Herry Swantoro apakah selama penyidikan pihaknya menekan Wili.
Menurut Hadiatmoko, konfirmasi terhadap Wili dilakukan pada 28 April 2009. Pada pukul 18.00 dia mendapat telepon dari Dirkrimum Polda Metro Jaya yang isinya adalah ada info yang segera ditindaklanjuti.
"Pukul 21.00 WIB seorang Wakil Dirkrimum Polda Metro dan Daniel menyerahkan foto Jerry dan Edo di mana sebelumnya saya sampaikan kepada Kapuspaminal (Kepala Pusat Pengamanan Internal) bahwa ada keterlibatan seorang perwira menengah Mabes Polri untuk segera dilakukan kroscek," jelas Hadiatmoko.
Hadiatmoko menuturkan, pada pukul 21.00 WIB Kapuspaminal mencari Wiliardi di Tangerang. Wiliardi lalu sampai di Polda Metro pukul 22.00 WIB.
"Terus saya tanya apa kenal dengan foto ini, dia bilang tidak. Saya tanya lagi apakah kenal dengan Saudara Edo, dia bilang tidak. Lantas saya tanyakan apakah Pak Wili menyerahkan sesuatu pada seseorang di lapangan bowling Ancol, dia bilang tidak. Saya bilang ya sudah berarti Pak Wili tidak terlibat. Selanjutnya saya serahkan ke Kapuspaminal," kata staf ahli Kapolri ini.
"Seandainya dia mengaku pasti saya serahkan pada reserse," imbuh dia.
"Jadi Saudara tetap pada keterangan Saudara?" tanya hakim.
"Iya," kata Hadiatmoko.
"Apakah tanggal 28 malam itu istri Wili hadir?" tanya hakim lagi.
"Tidak hadir," kata Hadiatmoko.
"Apakah Saudara pernah datang ke Polda Metro?" tanya hakim.
"Saya belum pernah datang sama sekali," kata Hadiatmoko.
"Saudara pernah dilapori perkembangan kasus ini?" tanya hakim.
"Tidak. Reserse atasannya langsung itu Kapolda, bukan Kabareskrim," tegas Hadiatmoko.
Wiliardi sebelumnya menyebut penahanan Antasari Azhar telah dikondisikan. Dia juga mengaku pejabat Polri (Irjen Hadiatmoko dan Kombes M Iriawan) telah mengarahkan agar dia membuat keterangan bahwa Antasari terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
(nik/nrl)











































