Tak tanggung-tanggung, lobi tingkat tinggi itu dilakukan langsung oleh Sri Mulyani kepada ketua umum Partai Golkar hasil Munas Riau, Aburizal Bakrie. Kabar yang diterima detikcom, pertemuan Sri Mulyani dengan Ical dilakukan di kediaman Ical di Menteng, sekitar dua pekan lalu.
"Saya dengar memang antara pak Ical dengan Sri Mulyani sudah ada pertemuan. Tetapi saya tidak tahu terkait apa. Kalau kabar-kabar yang beredar, Sri Mulyani meminta maaf," kata sumber detikcom di DPP Golkar, Selasa (17/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ical dikabarkan sudah memaafkan 'kelantangan' Sri Mulyani dalam soal repo BUMI. Sebagai akibatnya, Golkar akan mengevaluasi pernyataan dukungannya terhadap usul hak angket skandal bank Century.
"Kabarnya Pak Ical sudah memaafkan Sri Mulyani. Apalagi katanya, sudah ada komunikasi antara Pak Ical dengan petinggi negeri ini dan kabarnya Sri Mulyani datang ke rumah Pak Ical karena diperintah untuk berdamai," paparnya.
"Setelah pertemuan itu, sikap Partai Golkar tidak sekencang sebelumnya. Kita akhirnya bersikap seperti Demokrat, menunggu hasil audit investigatif BPK. Kalau ada person-person anggota fraksi yang mendukung, itu hak masing-masing. Bukan menggambarkan sikap partai," imbuhnya.
Setelah pertemuan kedua tokoh inilah, hubungan harmonis antara Golkar dengan pemerintah kembali membaik. Tanda-tanda awalnya dibuktikan dengan kehadiran Wapres Boediono dalam acara peringatan HUT Golkar di Slipi beberapa waktu lalu.
Seiring membaiknya hubungan ini, sikap Golkar terhadap usulan hak angket Bank Century kembali harus memulai dari bawah. Sebab, tanpa dukungan Golkar, Angket Bank Century diyakini akan gagal di tengah jalan. Alasannya, jumlah dukungan yang diberikan PDIP, Hanura dan Gerindra masih kalah jauh dengan dukungan dari partai pendukung koalisi yang menunggu remot dari PD.
Untuk diketahui, pertemuan Ical dengan Sri Mulyani ini sangat berarti sebab sebelumnya dikabarkan hubungan keduanya tokoh ini sangat renggang. Sebabnya, Sri Mulyani bersikeras atas nama menyelamatkan keuangan negara untuk bersikap tegas terhadap kasus lumpur Lapindo. Sedangkan posisi Ical yang saat itu menjadi Menko Kesra punya pandangan dan solusi lain. (gah/asy)











































