Para ahli bedah yang bekerja semalaman akhirnya berhasil memisahkan otak Krishna dan Trishna pada Selasa, 17 November sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Kondisi kedua bocah tersebut baik.
"Momen pemisahan lebih seperti momen tidak nyata," kata Dr Donnan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli bedah plastik kini akan menutup tengkorak Trishna dan Krishna dengan tulang dan jaringan kulit untuk mencegah infeksi. Keduanya sempat nyaris meninggal ketika diselamatkan dari sebuah panti asuhan di Dhaka, Bangladesh dua tahun lalu.
Dikatakan Dr Donnan, tim dokter yang terdiri dari 16 orang, gembira melihat si kembar siam telah dipisahkan.
"Ini hal yang telah direncanakan selama dua tahun," tutur Dr Donnan. "Semua orang telah mengenal kedua anak perempuan ini sebagai satu-kesatuan dengan kepribadian masing-masing mereka. Jadi melihat mereka sebagai manusia yang terpisah merupakan momen yang sangat mengagumkan," tandasnya.
Saat operasi berlangsung, suara alunan musik pop diperdengarkan di meja operasi. Krishna dan Trishna sebelumnya telah menjalani serangkaian operasi untuk persiapan operasi pemisahan.
(ita/nrl)











































