"Pimpinan Polri sangat care terhadap beliau (Antasari). Saya di sini akan menceritakannya sedikit," kata Suhardi Alius saat menjadi saksi di sidang dengan terdakwa Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (17/11/2009).
Suhardi adalah koordinator asisten pribadi Kapolri dari era Jendral Sutanto hingga Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD). Namun, sejak pertengahan Februari 2009, pria berpangkat Brigjen tersebut sudah dipindahkan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Menurut Suhardi, kata memimpin KPK, Antasari mendapatkan pengamanan secara resmi dari petugas kepolisian. Selain beberapa ajudan, Polri juga menyiapkan 6 personel gegana (penjinak bom) terbaik yang diseleksi dengan menggunakan tes kejiwaan (psikotes).
"Kami tahu, beliau pendekar hukum, jadi harus diamankan sebaik mungkin," lanjut Suhardi.
Diungkapkan dia, Antasari sering menelepon meminta pengamanan tambahan bila bertugas ke daerah-daerah yang berpotensi mengandung ancaman. Polri lantas melakukan pengamanan secara tertutup.
Tidak hanya bagi Antasari selaku ketua KPK, pengamanan juga diberikan terhadap keluarga pria asal Palembang, Sumatera Selatan, tersebut. Misalnya saat anak perempuan Antasari sedang kuliah praktek di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Saat itu, Sigid Haryo Wibisono (SHW) yang memberitahukan kegiatan anak Antasari tersebut.
"Saya konfirmasi ke beliau (Antasari), kemudian saya langsung telepon Kapolres Magelang," kata Suhardi.
Antasari pernah meminta bantuan kepada Sutanto untuk mencari adiknya yang hilang. Sutanto, yang waktu itu sedang menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi, langsung memerintahkan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Sumsel untuk melakukan pencarian.
"Dalam 5 jam, kami yang berada di Makkah sudah diberitahu kalau sudah ditemukan," kisah Suhardi yang menyimpan seluruh nomor HP milik Antasari itu.
Suhari mengaku, hubungannya dengan Antasari sangat dekat. Bahkan di kalangan polisi sekelas dia, Antasari sudah dianggap sebagai pimpinan.
"Saya kenal baik dengan beliau. Bahkan sudah saya anggap pimpinan sendiri. Saya terakhir diminta bantuan untuk mendampingi beliau menyeleksi direktur di KPK," pungkasnya.
(irw/nrl)











































