Depag Minta Petugas Haji Tak Mudah Terpengaruh Isu Bohong

Laporan dari Arab Saudi

Depag Minta Petugas Haji Tak Mudah Terpengaruh Isu Bohong

- detikNews
Senin, 16 Nov 2009 23:11 WIB
Depag Minta Petugas Haji Tak Mudah Terpengaruh Isu Bohong
Jakarta - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Departemen Agama Slamet Riyanto
meminta seluruh petugas haji Indonesia jangan terpengaruh isu atau berita
bohong dan tetap sabar atas komplain jamaah. Oleh karenanya, para petugas
harus tetap fokus memberikan layanan kepada jamaah haji di tengah
keterbatasan yang ada.

"Jangan terpengaruh isu-isu atau berita bohong dan sabar menghadapi komplain jamaah. Karena perlu juga diketahui bahwa dengan makin sadarnya masyarakat untuk menaatkan pelayanan, banyak sekali SMS terkait haji mengalir ke SS box Presiden SBY dan Ibu Negara," kata Slamet dalam Rapat Koordinasi antara Amirul Haj dan jajaran PPIH Arab Saudi di Konjen RI di Jeddah, Senin (16/11/2009) siang ini Waktu Arab Saudi.

Terkait dengan Armina, Slamet juga meminta segera dilakukan penyelesaian
masalah-masalah yang masih ada, mempersiapkan langkah-langkah antisipatif
termsuk memperkuat lobi dengan pihak Arab Saudi. Dalam rakor tersebut
juga dibahas tentang tingginya kejahatan d Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Slamet mendukung tindakan pengamanan yang bila boleh meminjam istilah `operasi intelijen ` karena praktek kejahatan yang sudah sedemikian canggih
di dua masjid tersebut.

"Saya sangat mendukung bila ada yang kalau bisa saya sebut semacam `operasi intelijen` tapi saya tetap ingin banyak petugas berseragam di masjidil haram, jangan banyak yang berpakaian preman, nanti jamaah kan bingung mau bertanya kepada siapa di tengah begitu banyaknya kerumunan jamaah di sana," katanya.

Sebelumnya Kadaker Mekah H Subakin Abdul Mutholib, Kadaker Madinah H Cepi
Supriyatna dan Wakil Ketua IIPPIH Arab Saudi H Abu Haris memaparkan modus
operandi dan pelaku kejahatan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pelakunya yang orang Indonesia serta jaringan mereka yang menggunakan sistem komando yang tergolong canggih dan memanfaatkan kedekatan suku, serta langkah-langkah antisipatif yang telah dilakukan PAM PPIH.

(zal/mad)


Berita Terkait