"Kami saat bertemu DPR belum memberikan komitmen atau janji-janji bahwa penyelenggaraan haji dipastikan atau dijamin akan lancar semuanya. Kami hanya memberikan pemaparan berdasarkan kondisi saat itu dan persiapan yang kami lakukan. Kami tegaskan juga ini bisa berubah bila kondisi lapangan berubah, aturan Saudi berubah. Jadi tidak ada istilahnya kami ingkar janji," kata Bahrul.
Hal itu dikatakan pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Departemen Agama dalam jumpa persnya di Norcom Hotel, Jeddah, Arab Saudi, Senin (16/11/2009).
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Depag Slamet Riyanto mencontohkan aturan yang berubah-ubah seperti halnya pemondokkan menjelang kedatangan jamaah calon haji Indonesia. Seperti muncul aturan baru pemerintah Arab Saudi tentang kewajiban menyediakan tangga darurat bagi pemondokkan yang berlantai tiga ke atas.
Oleh karena itu, agenda Amirul Haj hari ini adalah melakukan rapat koordinasi dengan PPIH Arab Saudi untuk mndapatkan laporan penyelenggaraan pelayanan jemaah calon haji, persiapan Armina dan membahas langkah-langkah penyelesaian dan antisipasi terhadap masalah-masalah yang ada dan yang akan timbul.
Bahrul juga meminta jamaah calon haji Indonesia memfokuskan diri pada persiapan wukuf di Arafah, karena kegiatan itu menjadi puncak ibadah haji. Karenanya, wukuf di Arafah ini memerlukan persiapan jasmani dan rohani.
"Kami mengimbau kepada seluruh jamaah calon haji Indonesia agar memfokuskan diri pada persiapan menghadapi Wukuf di Arafah. Jangan sampai waktu tersita untuk kegiatan dan ibadah tambahan lainnya, karena Wukuf butuh kesiapan jasmani dan rohani," pungkasnya.
(zal/irw)











































