Desakan penghapusan mengemuka pada Konferensi Regional tentang Promosi Konvensiย Cluster Munitions di Hotel Kartika Plasa, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali, Senin (16/11/2009).
Menurut data Cluster Munitions Coalition tercatat jumlah korban di berbagai negara akibat amunisi curah yang gagal meledak saat perang sedikitnya mencapai 13 ribu orang.
Koordinator Koalisi Cluster Munitions Thomas Nash memperkirakan, korbannya telah mencapai 100 ribuan orang. Sebab terdapat jutaan amunisi curah yang masih aktif serta belum dapat dimusnahkan.
Persoalan amunisi curah tidak hanya tentang jatuhnya korban tetapi juga telah berdampak pada buruknya perekonomian. Untuk itu, sejumlah negara donor memberikan bantuan, salah satunya mengangkat, menjinakkan, serta memusnahkan amunisi curah.
"Telah ada kemajuan dalam bantuan pembersihan daerah wilayah ranjau," jelasnya.
Direktur Jenderal Multilateral Departemen Luar Negeri Rezlan Ishar Jenie mengatakan Asia Pasifik menjadi kawasan yang paling banyak menderita dari penggunaan amunisi curah. "Korbannya dari militer serta 80 persen merupakan warga sipil," ujarnya.
Kini tercatat 12 negara di Asia Pasifik yang ikut menandatangani Convention on Cluster Munitions, di mana dua negara di antaranya telah meratifikasinya. Indonesia telah meratifikasi di Dublin, Irlandia, pada Desember 2008.
(gds/djo)











































