SBY Diminta Tidak Main Api Soal Rekomendasi Tim 8

SBY Diminta Tidak Main Api Soal Rekomendasi Tim 8

- detikNews
Senin, 16 Nov 2009 08:47 WIB
SBY Diminta Tidak Main Api Soal Rekomendasi Tim 8
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk menindaklanjuti rekomendasi final yang akan disampaikan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Bibit-Chandra (Tim 8) hari ini. SBY diingatkan untuk tidak bermain api atas kasus yang telah menyita perhatian bangsa ini.

"Setelah ini, tidak boleh menggantungkan Tim 8 ini. Kalau menggantung, ia sedang bermain api. Kalau bermain api, akan terbakar," kata anggota Komisi III Nasir Jamil saat berbincang dengan detikcom, Senin (16/7/2009).

Seperti diketahui, rekomendasi sementara yang disampaikan Tim 8 kepada Presiden 9 November lalu, belum ditanggapi oleh Presiden secara langsung. Masih bersikukuhnya Polri dan Kejaksaan dalam memproses kasus Bibit-Chandra, mengesankan SBY menggantung hasil rekomendasi. Tim 8 menyebut kasus 2 pimpinan nonaktif KPK itu tidak cukup bukti untuk diteruskan proses hukumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jamil menjelaskan, yang dimaksud dengan api adalah potensi gerakan kekuatan rakyat (people power) yang selama ini sudah mewarnai aksi-aksi di jalan dan gerakan online.

"Jika tidak ditindaklanjuti, saya memprediksi akan ada mobilisasi massa. Semacam mosi tidak percaya kepada pemimpin bangsa ini, karena dia bermain-main dengan penegakan hukum," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Menurut Jamil, posisi SBY saat ini ibarat di persimpangan jalan. Apa pun keputusan yang dibuat SBY akan berimplikasi ganda.

"Kalau dia membebaskan Bibit dan Chandra, dia memberitahukan kepada publik bahwa jajarannya (Polri dan Kejaksaan) tidak profesional. Sama artinya menampar polisi," jelas Jamil.

"Jika tidak ditindaklanjuti, akan menimbulkan distrust (ketidakpercayaan) yang lebih besar. Menunjukkan SBY main-main dengan apa yang dibuatnya sendiri," pungkasnya.
(lrn/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads