"Kalau tahun sebelumnya lokasi yang diberikan kurang luas, maka tahun ini diupayakan lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya," kata Kepala Daker Makkah, Subakin Abdul Muthalib, kepada tim Wartawan MCH Daker Makkah, di Makkah, Minggu (15/11/2009) malam.
Subakin menambahkan, pihaknya juga telah mempersiapkan segala fasilitas seperti air, pendingin udara dan tempat tidur.
"Karena kita akan mengantisipasi jamaah-jamaah dari Arafah yang langsung melempar jumrah dan melakukan Tawaf Ifadoh. Setelah itu semua jamaah kembali kepemondokan dan fasilitas air sudah tersedia," katanya.
Menurut Subakin, saat pelaksanaan Wukuf di Arafah akan disiapkan petugas PPIH dari berbagai unsur untuk mensukseskan ibadah haji. Adapun kapasitas setiap maktab masing-masing dapat menampung 2.000 sampai 3.000 jamaah.
"Untuk yang di Mina kita juga sudah meminta kepada pihak muasasah supaya jamaah kita dimasukkan dalam wilayah Haratsulisan. Tapi kalau tidak muat akan ditempatkan di Mina Jadid," jelasnya.
Dijelaskan Subakin, semua petugas yang berada di Madinah akan ditempatkan di Mina. Sedangkan para petugas di Jeddah akan ditugaskan di Arafah. Adapun petugas di Makkah akan bertugas di Muzdalifah.
Sementara itu, terkait pengiriman jamaah calon haji gelombang pertama dari Madinah yang berakhir hari ini, Subakin mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Muasasah untuk menyiapkan kendaraan yang dibutuhkan.
"Kita sudah meminta kepada pihak Muasasah untuk menyiapkan kendaraan yang kita butuhkan. Tak hanya itu, kita juga sudah menyiapkan kendaraan feeder sebanyak 140 unit yang dapat menampung 30 jamaah per unitnya," ungkapnya.
Balai Pengobatan Haji Indonesia Makkah juga terus berbenah. Menurut penanggung jawab BPHI, Dr Anita Rosari SpPD, pada 10 hari menjelang Armina, semua dokter baik di BPHI maupun di tiap sektor harus mempersentasikan jumlah pasien yang tak mampu mengikuti Armina bersama jamaah lainnya.
"Nanti lima hari menjelang Armina, kami melakukan ricek data lagi agar lebih akurat," tambahnya.
BPHI menyediakan ambulan yang mampu menampung sekitar 200 orang untuk keperluan safari wukuf. Seluruh ambulan yang dioperasikan misi haji Indonesia di Jeddah dan Madinah sejumlah 27 unit juga akan ditarik ke Makkah untuk memaksimalkan pelayanan.
"Pasien-pasien yang mampu duduk akan kami angkut menggunakan bus khusus," tambahnya.
BPHI juga akan mendirikan tenda khusus selama Armina untuk memudahkan pelayanan terhadap jamaah. "Semua dokter dan paramedis akan ditarik ke Makkah untuk keperluan ini," tambahnya.
Saat ini, di Jeddah-Madinah-Makkah, jumlah jamaah yang menjalani rawat inap sebanyak 143 orang dan rawat jalan 3.718 orang.
Bila sampai Armina kondisinya masih seperti itu, maka pasien-pasien rawat inap itu akan disafariwukufkan.
Menghadapi Armina, Anita berpesan agar jamaah haji menjaga stamina mereka. Salah satu caranya adalah dengan makan dan minum secara cukup dan tidak telalu menforsir diri.
"Sebaiknya, bila fisik tak mampu, tidak perlu melakukan umrah sunah terlalu sering," ujarnya.
(zal/amd)











































