Saat pelepasan haji di KBRI Wina, para calon hajah dan haji ini diberi sedikit bekal pengetahuan sebagai ganti manasik haji. Selain diisi dengan acara doa bersama, acara ini juga diisi dengan paparan dan bimbingan kilat ibadah haji oleh Ustadz Hambali dari Belanda.
Secara geografis, Mekkah memang lebih dekat dari Wina dibandingkan dari tanah air, itulah sebabnya banyak keluarga diplomat atau para professional selagi menjalankan masa tugasnya di Wina, juga menyempatkan diri untuk bisa menunaikan panggilan ke tanah suci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika rencara haji baru terbesit tiba tiba, untuk aplikasi hajipun bisa 2 atau 3 minggu sebelumnya. Tidak perlu menunggu daftar tunggu beberapa tahun sebelumnya.
Namun, meski secara jarak dan dana lebih dekat dan terjangkau, kenyataannya tak semua orang bisa berhaji karena satu dan lain hal. Seperti yang diungkapkan salah satu pembina Warga Pengajian Wina (WAPENA), Muhammad Iqbal.
"Tidak semua umat Islam bisa beruntung mendapatkan kesempatan pergi ke tanah suci, bahkan meskipun telah dicukupkan secara materi. Oleh karena itu, penting bagi tamu tamu pilihan Allah ini, untuk mengukuhkan niat, meninggalkan segala atribut keduniawian, dan berfokus memenuhi hanya satu tujuan, manyambut seruan Ilahi," kata Iqbal.
Selesai acara, tak lupa warga kemudian juga saling bermaaf-maafan dan saling berbagi cerita tentang pengalaman spiritualnya selama menuaikan ibadah haji.
Selamat jalan wahai Dhufuyur Rahman, tamu tamu Allah yang terpilih, semoga menjadi haji mabrur....
(sal/lrn)











































