"Jumlah dana terkumpul sementara NOK60.000 atau sekitar Rp100 juta rupiah. Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah," demikian rilis PPIT yang diterima detikcom melalui email, 14/11/2009.
ICE berformat kebudayaan ini digarap PPIT bekerjasama dengan Keluarga Trondheim, yakni sebutan untuk perkumpulan orang-orang Indonesia yang tinggal di Trondheim dan mendapat dukungan dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibuka dengan lagu Indonesia Pusaka gubahan Ismail Marzuki, ICE selanjutnya menampilkan dolanan anak-anak Indonesia di antaranya Potong Bebek Angsa, Hompimpa, Ular Naga Panjangnya, Menanam Jagung, dan Gelang Si Paku Gelang. Juga ada Tari Indang Badindin (Sumatera Barat), dan resital piano Jolanda Jonas.
Selain itu ICE juga menampilkan choir (paduan suara) dengan lagu Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa (Guruh Soekarnoputra), dan Kebyar-kebyar (Gombloh). Disusul kemudian dengan Indonesian Folk Song Medley meliputi lagu Tanah Terpuji, Ondel-ondel, Kampuang Nan Jauh di Mato, Rasa Sayange dan Janger.
Di sela-sela penampilan kebudayaan yang dipadati lebih dari 300 pengunjung, juga digelar doorprize. Beberapa tamu asing mendapat cendermata berupa wayang kulit dan mereka sangat antusias ketika didemonstrasikan bagaimana cara memainkan wayang.
PPIT dan Keluarga Trondheim di samping menjadikan ICE sebagai malam penggalangan dana untuk amal sosial, juga sekaligus sebagai misi kebudayaan untuk semakin merekatkan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Norwegia.
(es/es)











































