PPIH Selesaikan Pemondokan Calhaj

Laporan dari Arab Saudi

PPIH Selesaikan Pemondokan Calhaj

- detikNews
Minggu, 15 Nov 2009 18:40 WIB
 PPIH Selesaikan Pemondokan Calhaj
Makkah - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menyelesaikan semua pemondokan bagi jamaah calon haji. Begitu semua jamaah tiba di Makkah, dipastikan mereka sudah mendapatkan pemondokan.

Terakhir, PPIH Daerah Kerja Makkah telah menyiapakan pemondokan baru bagi 2.080 jamaah yang terkena aturan tangga darurat. Pemondokan baru itu terletak tidak jauh dari pemondokan lama.

"Ini dimaksudkan, agar mereka tak terpisah dari kloternya," kata Wakil Kepala Daerah Makkah bidang Pengawasan Perumahan, Syihabuddin Latief, kepada wartawan MCH di Makkah, Minggu (15/11/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syihabuddin menyebutkan, ada delapan wilayah yang menjadi lokasi pemondokan tambahan ini. Kelima wilayah itu adalah Aziziyah Syimaliyah, Aziziyah Janubiyah I dan II, Ma`abdah, Jumaizah, Misfalah, Hafair dan Nujhah.

"Kami sudah melakukan kasfiyah (pemeriksaan) ke rumah-rumah itu," ujarnya.

Menurut Syihabuddin, rumah yang disewa harus mengantongi semua perizinan (tasrih) yang disyaratkan pemerintah Arab Saudi. Sebelumnya, sebanyak 19.000 jamaah terancam pindah dengan adanya ketentuan tangga darurat.

Namun, banyak pemondokan yang kemudian melengkapi fasilitas tangga darurat dan instalasi pemadam kebakaran, sehingga jumlahnya menyusut tinggal 2.080 jamaah.

Pelayanan Transportasi


Begitu juga terkait pelayanan transportasi bagi jamaah calon haji di Makkah. Departemen Agama melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah telah melakukan pembenahan. Sementara ini, mereka mengubah pola pelayanan angkutan dengan memprioritaskan penyediaan bus bagi jamaah haji yang baru tiba di Makkah.

Sebab, jamaah yang baru datang pada umumnya belum mengetahui medan, sehingga tidak tahu arah Masjidil Haram yang menjadi pusat ibadah haji selama di Makkah.

"Setiap jamaah tiba, kita usahakan untuk disiapkan bus. Begitu jamaah telah beres memasuki kamar masing-masing dan siap melaksanakan umrah, bus tersebut siap mengantar mereka ke Masjidil Haram. Namun selanjutnya, jamaah bisa ke masjid menggunakan bus itu lagi atau menggunakan kendaraan lain," kata Kepala Daerah Kerja Mekah H Subakin Abdul Muthalib, di Mekah, Minggu (8/11/2009)pekan lalu.

(zal/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads