"Tuan Brown telah menanyakan kepada pejabat yang membawahi program imigran anak-anak. Kemungkinan pernyataan akan disampaikan pada tahun baru," demikian berita yang dilansir oleh news.com.au yang mengutip dari BBC , Minggu (15/11/2009).
Gordon Brown sebelumnya telah menyampaikan kepada Parlemen Inggris bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk meminta maaf.
"Ini sangat penting bagi kita untuk mendengarkan kesaksian dari mereka yang selamat dan juga telah menjadi korban dari kebijakan yang menyesatkan," ujar Gordon Brown.
Data dari pemerintah Inggris menunjukan hingga tahu 1967, sedikitnya 150 ribu anak-anak berusia di bawah 14 tahun dikirim menjadi imigran ke berbagai negara persemakmuran Inggris. Program pengiriman ini dianggap sebagai 'salah satu episode politik yang memalukan seusai perang'.
Sementara itu sekitar 900 anak-anak dari imigran yang selamat mengharapkan bisa mendengar pernyataan maaf secara resmi dari Perdana Menteri Australia Kevin Rudd Senin (16/11/2009) besok. Mereka merasa telah menderita bertahun-tahun akibat tidak mendapatkan perhatian dan diperlakukan sewenang-wenang oleh negara.
Kevin Rudd akan menyampaikan permohonan maaf secara nasional dalam 'Forgotten Australians' dan mengakui atas tindakan salah yang didapat 500 ribu orang baik yang tinggal di panti asuhan maupun anak-anak yang tinggal dirumah pada tahun 1930 hingga 1970.
Permohonan maaf nasional juga akan diwarnai dengan kehadiran 7 ribu anak-anak imigran asal Inggris yang masih tinggal di Australia.
(ddt/iy)











































