Kasus Penembakan di Kampar, Polda Riau Bentuk Tim Khusus
Jumat, 02 Apr 2004 20:47 WIB
Pekanbaru -
Polda Riau telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus penembakan terhadap siswa di Kampar dalam aksi demo menuntut Mendagri Hari Sabarno segara mengeluarkan SK pemberhentian terhadap Bupati Kampar Jefri Noer.Hal itu diungkapkan Kapolda Riau Brigjen Pol Deddy Sutardi Komaruddin kepada detikcom, Jumat (2/4/2004), pada saat mengikuti acara warga Kampar berzikir di halaman Gedung Mahligai Bungsu di Bangkinang, atau terpaut 60 km arah barat dari Pekanbaru.Menurut Deddy, pihaknya berjanji akan segera mengusut kasus tertembaknya seorang siswa ketika sedang melakukan aksi demo di Kampar. Penyelidikan khusus tersebut diawali dengan pemeriksaan terhadap para tokoh pendidik dan pejabat di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kampar untuk mengungkap tokoh utama di balik mobilisasi pelajar pada saat bentrokan tersebut."Kami bertekad untuk segera menyelesaikan kasus yang terjadi di Kampar secara transparan, dan akan mengusut, serta menindak anggota yang terbukti melakukan kesalahan dalam bertugas. Ini kita tujukan terlebih pada para anggota yang terlibat dalam upaya pengamanan aksi unjuk rasa tanggal 23 Maret lalu, yang berakhir dengan penembakan peluru karet," tutur dia.Menurut Deddy, dalam pengusutan kasus penembakan itu, pihaknya telah membentuk tim khusus yang dipimpin Kepala Bidang Provost dan Pengamanan Dalam (Propam) Polda Riau AKBP Suroso Hadi."Jika dalam pengusutan tersebut kami menemukan ada hal-hal yang menyalahi prosedur, maka mereka pasti kami tindak. Saya janjikan bahwa Polda Riau serius dalam pengusutan ini," kata Deddy.Menurutnya, hingga saat ini penyidik Polda Riau baru memeriksa enam tokoh pendidik di Kampar untuk mengumpulkan keterangan dalam rangka mencari motif mobilisasi pelajar dalam aksi unjuk rasa tersebut. Penyelidikan tersebut dilakukan agar pengerahan massa pelajar tidak dijadikan suatu pembenaran, sehingga ada kelompok lain menggunakan cara yang sama untuk memaksakan kehendak mereka."Polda Riau hingga kini telah memeriksa lima tokoh pendidik, serta tokoh PGRI setempat. Selain itu, masih ada 13 tokoh lagi yang akan kami periksa secara maraton hingga 18 April 2004 mendatang. Sementara ini, pemeriksaannya kami hentikan karena menghadapi Pemilu," ujar Deddy.Keenam orang yang sudah diperiksa tersebut adalah Kepala Cabang (Kacab) Dinas Dikpora Kecamatan Tambang Fakhrurazi, Kacab Dinas Dikpora Kecamatan Bangkinang Barat Yusaili, Kacab Dinas Dikpora Kecamatan XIII Koto Kampar Abunawas, Kacab Dinas Dikpora Kecamatan Siak Hulu Muhammad Muis, serta Pelaksana Tugas (Plh) Kepala Dinas Dikpora Kampar Basrun. Selain itu penyidik polisi juga telah memeriksa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kampar M Yasir.
(sss/)










































