"(Spanduk) Itu saya kira aneh, bangga kok jadi anak buah jenderal, bangga itu menjadi polisi yang telah melakukan perubahan," kata Dosen Kriminologi UI Erlangga Masdiana saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/11/2009).
Erlangga menerangkan, bentuk dukungan terhadap seorang pimpinan semestinya tidak perlu diutarakan secara terbuka melalui spanduk. Polisi seharusnya mencari simpati kepada masyarakat bukan kepada pimpinannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah kondisi sorotan publik yang menyudutkan, lanjut Erlangga, polisi malah jangan membuat tindakan yang provokatif dan arogan. Polisi harus lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.
"Berusaha menjadi pengayom masyarakat lebih baik, jangan sampai menimbulkan kesan arogan nantinya," tandasnya.
Saat perayaan HUT Brimob, sebuah spanduk bertuliskan kalimat 'Kami Anggota Korps Brimob Polri Bangga Jadi Anak Buah Jenderal' dipasang di salah satu gedung Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Spanduk yang didominasi warna kuning itu berukuran sekitar 2 X 10 meter. Di sisi kiri tulisan, terdapat foto Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD).
(ape/ken)











































