Pelaku yang berinisial AAL (41) merupakan seorang Mukimin atau warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi. Dia ditangkap tim pengamanan PPIH yang sedang bertugas di sekitar Masjidil Haram, Jum'at (13/11/2009) pukul 09.00 waktu setempat.
"Dia kita ikuti selama dua jam, kita intip bersama tim. Dia sebenarnya sudah mendekati dua jamaah calhaj yang tua di depan Kabah untuk dirayu, tapi gagal," kata Sri D Pranoto, Ketua Pengamanan Sektor 4 PPIH Daerah Kerja Makkah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia mendekati jamaah yang sudah tua itu. Nah, ketika dia membuka tas jamaah, kita tangkap dia, lalu saya serahkan ke petugas Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Seksi Pengamanan Daker Makkah Wagirun, sejak kemarin pihaknya telah meminta semua petugas yang berada di 11 Sektor Daker Makkah, terutama yang tidak sedang bertugas melayani jamaah untuk melakukan pengamanan tertutup alias menyamar menjadi jamaah.
"Kita memang melihat gelagat beberapa kasus penipuan, perampasan dan pencurian. Tadi malam, saya minta izin Kepala Daker untuk melakukan pengamanan tertutup," jelasnya.
Alhamdulillah, lanjut Wagirun yang anggota TNI berpangkat Mayor ini, pada pukul 09.00 waktu Arab Saudi, tim pengamanan dari Sektor 4 yang dipimpin oleh Sri D Pranoto berhasil menangkap pelaku kriminal di sekitar Masjidil Haram. Pelaku dibawah ke Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan yang dipimpin oleh Ali Saifuddin, lalu selanjutnya pelaku ditahan sementara di kantor Daker Makkah di kawasan Sisha, Aziziyah, Makkah ini.
Atas penangkapan pelaku kriminal kepada para jamaah calon haji Indonesia ini, Kepala Daker Makkah Subakin Abdul Muthalib merasa gembira. Dia berjanji kasus penangkapan pelaku kriminal yang dilakukan oknum mukimin ini akan ditindaklanjuti dan membongkar jaringannya.
"Memang ada Mukimin yang salah niatnya. Saya kecewa dan menyesalkan kejadin ini. Kita masih sama-sama sebangsa, kok tega kepada jamaah kita. Kita akan teruskan kasus ini dan kita serahkan kepada yang berwajib di Arab Saudi, karena sudah banyak kejadian yang menimpa jamaah kita," ujarnya.
(zal/rdf)











































