Sedangkan jumlah korban tewas mencapai 3.900 orang, termasuk 540 anak-anak. Demikian disampaikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir harian USA Today, Jumat (13/11/2009).
"Kami telah menelusuri influenza selama beberapa dekade," kata Anne Schuchat, direktur Pusat Nasional untuk Imunisasi dan Penyakit Pernafasan CDC. "Apa yang kita lihat di tahun 2009 belum pernah terjadi sebelumnya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut para dokter AS, kebanyakan penderita flu H1N1 tersebut berhasil sembuh setelah beberapa hari beristirahat penuh dan minum obat aspirin atau acetaminophen untuk menyembuhkan demam. Namun penyakit ini banyak menimbulkan korban jiwa di kalangan wanita hamil, penderita diabetes dan anak-anak, khususnya mereka yang memiliki penyakit berat lainnya.
(ita/iy)











































