"Jadi kami duga kuat, ledakan akibat api yang memercik saat mengoplos gas," kata Ketua RT 08 Duren Sawit, Udin bin Tohir, di sekitar lokasi ledakan, Jalan
Swadaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (13/11/2009).
Menurut dia, warga telah menegur Ateng dan melaporkannya ke rapat RW. "Pengakuannya mengoplos gas. Tetapi, dia beralasan namanya saja usaha," ujar Udin.
Udin mengatakan, kios Ateng juga pernah terbakar pada tahun 2007. Namun, kebakaran kecil dan bisa diatasi dengan dibantu warga sekitar. Ateng membuka usaha itu sejak 5 tahun silam.
Di kios itu, lanjut dia, Ateng tinggal bersama istri, Siti dan 2 anaknya, Sugito dan Suyanto. Jenazah Siti telah dibawa ke RSCM. Sedangkan Ateng diduga masih tertimbun reruntuhan rukonya.
Sementara itu, Suyanto mengalami luka bakar serius dan Sugito luka ringan. Selain itu, ada Benah dan Sri Tamiyati yang luka akibat terkena reruntuhan.
(aan/iy)










































