Denny: Tim 8 Belum Bahas Reposisi Kapolri & Kejagung

Updated

Denny: Tim 8 Belum Bahas Reposisi Kapolri & Kejagung

- detikNews
Jumat, 13 Nov 2009 14:50 WIB
Denny: Tim 8 Belum Bahas Reposisi Kapolri & Kejagung
Jakarta - Tim 8 tengah melakukan finalisasi rekomendasi yang akan diberikan kepada Presiden SBY Senin (16/11) mendatang. 

"Saya tidak mengatakan reposisi Jaksa Agung dan Kapolri masuk dalam rekomendasi. Belum ada pembicaraan soal reposisi itu. Apalagi rekomendasi itu hanya kepada Presiden," kata anggota Tim 8 Denny Indrayana kepada wartawan melalui telepon, Jumat (13/11/2009).

Hal itu dikatakan Denny untuk meluruskan pemberitaan yang menyebutkan dirinya mengatakan reposisi Kapolri dan Jaksa Agung masuk dalam rekomendasi Tim 8. Menurutnya, entah ada atau tidak reposisi itu dalam rekomendasi, belum diputuskan sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Denny menambahkan, secara umum rekomendasi itu akan bicara soal bagaimana menyelesaikan kasus Bibit-Chandra. Di dalamnya juga dibicarakan tentang reformasi di dalam tubuh institusi Kejaksaan, Polri, dan KPK.

"Serta mungkin akan bicara tentang pemberantasan markus (makelar kasus) karena itu terkait dan sejalan dengan program 100 hari Presiden SBY," kata Denny.

Selain markus, Tim 8 juga memberi perhatian atas kondisi hukum secara umum dan memasukkannya ke dalam rekomendasi. Karena harus fokus menyelesaikan rekomendasi, saat ini Tim 8 tidak berencana memanggil orang lagi. "Kalau manggil-manggil terus kapan menyelesaikannya," kata Denny.

Pemanggilan Antasari


Terkait pemanggilan Antasari Azhar, Denny mengatakan Tim 8 tidak meminta keterangan kepada mantan Ketua KPK itu dalam kaitannya dengan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Yang diperiksa dari Antasari hanya mengenai testimoni dan laporan Antasari yang berkaitan dengan dugaan suap Anggoro dan Anggodo Widjojo.

Sebab dugaan suap itu berhubungan erat dengan kasus Bibit-Chandra yang menjadi kewenangan Tim 8. "Dalam bekerja Tim 8 sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya," kata Denny yang juga staf khusus Presiden SBY itu. (sho/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini