"Harusnya sekarang mahasiswa menangis, pada hari itu mahasiswa gugur sebagai pahlawan reformasi. Sekarang saatnya untuk tetap memperjuangkan keadilan," kata Renzi, salah satu pengurus Senat Mahasiswa Atma Jaya di kampusnya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (13/11/2009).
Para mahasiswa itu berkumpul di satu titik tempat korban mahasiswa B.N Irmawan ditembak mati. Irmawan ditembak pada TSS I oleh sniper yang diyakini bersembunyi di atap gedung (roof top) seberang kampus. Penembakan itu terjadi secara sistematis dan mendorong pada pelanggaran HAM berat, namun ditolak oleh DPR 1999-2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, aksi tersebut akan dilanjutkan di depan gedung DPR RI dengan tuntutan serupa. Selain itu mereka akan membagikan 10.000 kartu pos kepada warga dan anggota DPR yang berisi unek-unek mereka.
(Ari/nrl)











































