"Kalau kejadian itu sama juga malam hari. Kita sampai sekarang nggak tahu siapa pelakunya. Tidak ada informasi dari kepolisian. Tidak terungkap," kata Manajer Pengendalian Busway Bano Yogaswara kepada detikcom, Jumat (13/11/2009).
Menurut Bano, kejadian penembakan 2008 pihak TransJ tidak menemukan adanya barang bukti yang bisa dilaporkan ke polisi. Hanya peristiwa tembakan saja yang dilaporkan. Berbeda dengan penembakan kali ini yang menemukan 5 pelor yang ditembaki ke kaca halte busway.
"Kita nggak ada bukti yang dulu. Jadi yang dulu kita ganti saja kacanya langsung," jelasnya.
Sebelumnya Halte Assidiqiah ditembaki oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Kamis dini hari. Terdapat sedikitnya 8 kaca halte yang rusak dan menyisakan lubang akibat peristiwa itu. Seminggu sebelumnya, kejadian yang serupa juga terjadi di halte Kebon Jeruk. Di halte tersebut, terdapat 2 kaca yang berlubang.
(gus/iy)











































