Sebenarnya 182 jamaah calhaj asal Lebak, Banten ini merupakan bagian dari 455 jamaah calhaj dari Kloter 11 (Jakarta Pondok Gede) yang berangkat dari Terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Saat tiba di Makkah hari Senin (9/11/2009), jamaah satu kloter ini ternyata dipisah ke dalam dua pemondokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah, mereka protes dan minta dipindahkan dari pemondokan bernomor 817 itu.
"Kami minta pindah karena, di rumah 817 kamar mandinya satu untuk 25 orang. Untuk orang-orang yang sudah tua itu menyulitkan karena mereka umumnya tidak bisa menahan lama kalau mau buang air besar (BAB). Lingkungan sekitar rumahnya juga kotor, banyak lalat dan kotoran burung merpati," kata salah seorang jamaah calhaj Mumu Khairul Mukti kepada wartawan Tim Media Center Haji Daker Makkah.
Setelah mengajukan permohonan kepada Ketua Kloter yang ditembuskan kepada Sekretaris Sektor 8, akhirnya permintaan itu dikabulkan. 182 jamaah calhaj ini pun langsung pindah menempati pemondokan rumah bernomor 816 bergabung bersama jamaah satu kloternya pada Selasa (10/11/2009) sore waktu setempat.
"Permasalahan sudah selesai, seluruh jemaah kloter tersebut akhirnya bisa menempati rumah 816, karena memang ada kamar-kamar yang masih kosong. Sebenarnya kamar-kamar tersebut untuk jamaah lain yang akan datang, namun bisa digeser," ujar Kepala Sektor 8 Ahmad Danial.
(zal/nwk)










































