"Seperti halnya kasus Masaro, saya sudah melakukan penggeledahan dan menemukan bukti-bukti. Ada cap dan stempelnya. Ada bukti laptop dan komputer mengarah pada Masaro dan Kehutanan," ujar Bambang Widaryatmo.
Hal itu disampaikan dia usai diperiksa Tim 8 di Gedung Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengatakan tidak mengetahui pimpinan KPK tidak menaikkan kasus Masaro ke tingkat penyidikan.
Artinya Anda menduga ada intervensi dari pimpinan KPK? "Yang jelas saya menemukan bukti dan mengusulkan agar ini dinaikkan," jawab Bambang.
Nama MS Kaban mencuat saat Kapolri melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III.
Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Salah satu dugaan Kapolri, karena Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kapolri juga mencurigai karena ada aliran dana sebesar rp 17,6 miliar ke MS Kaban terkait kasus pencegahan pengusaha Anggoro Widjojo dalam kasus Sistim Radio Terpadu (SKRT).
(nwk/nwk)











































