Kisah ini disampaikan Mahfud MD dalam jumpa pers di Kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009). Dalam jumpa pers itu, Mahfud membantah keras isu bahwa Polri telah menarik ajudan dan pengamanan dirinya dan MK karena kasus pembukaan rekaman Anggodo Widjojo dan istilah 'binatang' yang ia ucapkan.
Mahfud memang membenarkan bahwa ajudan dan pengamanan dirinya dan gedung MK akan ditarik Polri. Tapi, Polri akan menggantinya dengan personel baru. "Jadi, ini rotasi biasa tidak terkait dengan rekaman," kata Mahfud yang setiap hari mendapat pengamanan 9 orang polisi itu.
Profesor asli Madura ini harus mengklarifikasi isu ini, karena telah berkembang secara liar. Bahkan kiai dari pondok pesantrean yang didirikan KH As'ad Syamsul Arifin di Situbondo pernah mendatangi dan menanyakan kabar itu. Namun, dia membantah kabar itu dan memberi penjelasan.
Selain itu, Ketua Banser juga pernah menghubungi dirinya dan menanyakan juga isu itu. "Banser menawarkan pengamanan untuk saya. Saya tertawa saja," ujar alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Ada juga pihak yang menawarkan untuk menyewa pengamanan swasta untuk Mahfud. "Ya semacam bodyguard gitulah. Tapi, saya sudah menjelaskan bahwa hubungan MK dengan Polri baik-baik saja, tidak ada masalah," ujar dia.
(asy/nrl)











































