KPK Bahas Independensi di Pertemuan UNCAC di Doha

KPK Bahas Independensi di Pertemuan UNCAC di Doha

- detikNews
Rabu, 11 Nov 2009 10:52 WIB
KPK Bahas Independensi di Pertemuan UNCAC di Doha
Jakarta - Dalam pertemuan United Nation Convention Againts Corruption (UNCAC) di Doha, Qatar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak melakukan pertemuan bilateral dengan komisi-komisi sejenis dari negara di kawasan Asia. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah menjaga independensi KPK di kawasan tersebut.

"Rombongan KPK selama 2 hari ini lebih banyak melakukan pertemuan-pertemuan bilateral dengan komisi-komisi sejenis seperti National Anti Corruption Comission dari Thailand, Anti Corruption and Civil Right Commission dari Korea Selatan, Ombudsman and Anti Corruption Commission dari Filipina, dan Minister of Supervision atau National Bureau of Corruption Prevention of China," ujar Wakil Ketua KPK Mas Achmad Santosa dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (10/11/2009) malam.

Dikatakan dia, pertemuan bilateral tersebut dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama antara mitra internasional. Dan juga untuk membicarakan pertemuan internasional antarsesama komisi antikorupsi di kawasan Asia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Membicarakan pertemuan internasional tentang KPK di kawasan Asia untuk membahas langkah-langkah menjaga independensi KPK di kawasan tersebut sebagai prasyarat keberhasilan menjalankan misi dalam pemeberantasan korupsi," jelas Mas Achmad.

Mas Achmad mengatakan pertemuan UNCAC yang dijadwalkan tanggal 9-13 November, memang sedikit tertunda jadwalnya. Hal ini dikarenakan statemen masing-masing negara peserta hingga hari kedua, Selasa kemarin, belum kunjung usai.

"KPK akan konsentrasi di bidang pencegahan dan asset recovery akan dibahas malam ini (10/11) dan besok (11/11)," pungkasnya.

Pertemuan sudah digelar sejak 9 November sampai 13 November. Pimpinan KPK yang ikut hadir dalah Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Muhammad Jasin dan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Mas Ahmad Santosa. KPK akan menyampaikan progres terakhir soal perkembangan penanganan pemberantasan korupsi di Indonesia.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads