"Untuk persiapan Armina, sebenarnya setiap tahun sama. Sepuluh hari sebelum Armina, kita minta semua dokter kloter mempresentasikan semua pasien yang tidak bisa ikut Safari Arafah dengan tenaga sendiri atau kelompoknya," kata Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan, dr Barita Sitompul, yang ditemui di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Jl Ash-Sheikh Hasan Mashati, Kholidiyah, Makkah, Selasa (10/11/2009).Β
BPHI, lanjut Barita, memang tidak diperbolehkan membangun klinik di sekitar Arafah. Oleh karena itu, pihaknya selama ini telh melakukan kerjasama yang baik dengan dokter-dokter di Rumah Sakit yang ada di Arafah dan Makkah.
"Rupanya mereka sudah mendapatkan pengalaman pribadi dan diberithu pemerintahnya akan kedatangan seluruh jamaah dari berbagai negara," jelas Barita yang juga menjabat sebagai Kepala BPHI Daker Makkah ini.
Barita juga menerangkan, menjelang tiga hari Wukuf Arafah para dokter kloter akan melakukan pemeriksaan kedua kepada jamaah yang dirawat.
"Kadang-kadang, begitu harinya ada yang sembuh dan mungkin ada pasien baru," ungkapnya.
Dari catatan BPHI, jumlah jamaah haji yang menjalani rawat inap saat ini berjumlah sekitar 147 orang. Sementara yang menjalani rawat jalan sekitar 30.718 orang dan jamaah calon haji yang wafat tercatat 24 orang.
Menjelang pelaksanaan Wukuf nanti, Barita kembali mengimbau, agar para jamaah menjaga stamina dan mengukur kemampuan sendiri. "Kan jamaah kita banyak yang berusia lanjut, jangan memaksankan untuk beribadah Umrah berulang-ulang, perbanyak minum, minimal tiga liter sehari," ujarnya lagi.
Jamaah calon haji yang saat sakit karena faktor usia, flu, radang paru-paru dan pheunomonia. Sedangkan untuk jamaah yang wafat lebih banyak diakibatkan menderita sakit jantung.
"Kadang-kadang, radang paru-paru juga bisa mengakitabkan heritage," pungkasnya.
(zal/Rez)











































