Cak Imin dan Patrialis Sambut 406 TKI Bermasalah

Cak Imin dan Patrialis Sambut 406 TKI Bermasalah

- detikNews
Selasa, 10 Nov 2009 19:52 WIB
Cak Imin dan Patrialis Sambut 406 TKI Bermasalah
Jakarta - Pemerintah Indonesia memulangkan 406 orang Warga Negara/Tenaga Kerja Indonesia (WNI/TKI) bermasalah yang berasal dari Kuwait dan Jeddah Arab Saudi. Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyambut kedatangan para pahlawan devisa ini.

Turut hadir dalam penyambutan itu Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) M Jumhur Hidayat menyambut kedatangan WNI/TKI bermasalah tersebut.

Rombongan WNI/TKI bermasalah itu tiba di Indonesia sekitar pukul 13.30 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia. Dari jumlah 406 WNI/TKI bermasalah itu sebanyak 326 orang berasal dari Kuwait sedangkan sekitar 80 orang berasal dari Jeddah. Rinciannya tercatat 62 orang dewasa, 5 orang anak-anak dan 13 bayi.

"Mereka dipulangkan gratis dengan pesawat khusus Garuda Indonesia dan selanjutnya akan dipulangkan dengan angkutan TKI dari Terminal IV Gedung Pendataan TKI Selapajang, Cengkareng," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2009). Demikian keterangan pers yang diterima detikcom dari pusat informasi Depnakertrans.

Muhaimin menyatakan pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan hak-hak TKI yang kembali ke Tanah Air termasuk perlindungan
asuransi.

"Pemerintah berkomitmen untuk membenahi sistem pemberangkatan TKI keluar negeri, Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Kebijakan pemulangan ini
ditempuh sebagai langkah jangka pendek. Untuk jangka panjang, pemerintah akan bersikap tegas dan disiplin sebelum mengijinkan calon TKI bekerja di luar negeri," ungkapnya.

Saat ini, kata Muhaimin, masih ada ribuan TKI lainnya yang tinggal di
sejumlah penampungan di Arab Saudi, Jordania, Qatar dan Kuwait. Mereka juga akan dipulangkan secara bertahap.

Sementara itu Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengungkapkan, pihaknya terus berupaya melakukan gebrakan terhadap program penempatan TKI. Komitmen ini diwujudkan dengan menggratiskan biaya pembuatan paspor TKI.

Kebijakan paspor gratis ini khusus untuk TKI yang baru mau berangkat. Sedangkan paspor yang diperpanjang saat ini tengah dipertimbangkan untuk segera diturunkan biayanya.

Selain itu, akan untuk mempercepat dan mempermudah pemeriksaan imigrasi
maka pengecekan dokumen TKI dapat diperiksa langsung diatas pesawat.

Wakil Menlu Triyono Wibowo mengungkapkan jumlah TKI bermasalah setiap
tahunnya mencapai 24.000 orang. Mereka ada yang bermasalah dengan majikan karena tidak dibayar upahnya, dan mengalami pelecehan seksual. Ada juga yang memakai visa umroh untuk kerja atau ada yang dokumennya sudah melewati batas.

Sampai saat ini sudah 1.230 TKI bermasalah yang berhasil dipulangkan.
Permasalahan yang dialami WNI/TKI bermasalah biasanya rumit, karena itu pemulangannya membutuhkan waktu cukup lama, apalagi jika terkait dengan permasalahan hukum.

(rdf/yid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads