Saat itu, putra Azwan masih berusia 12 tahun. Bocah malang ini ditabrak hingga tewas oleh anggota Polri, Kompol JS. Hingga kini proses hukumnya belum jelas.
"Delapan kali panggilan sidang, Djoko tidak pernah hadir tanpa alasan yang jelas. Sepertinya dia dilindungi atasannya. sampai sekarang dia masih terus naik pangkat dan dapat jabatan," ujar Azwan saat ditemui detikcom, Selasa (10/11/2009).
Menurutnya, Kompol JS tidak pernah meminta maaf atau memberikan santunan apa pun. Azwan pun telah mengadu ke LBH Surabaya, Jakarta, dan Komisi Ombudsman. Tapi tetap saja masalah ini tidak digubris. Azwan pun sudah menyurati Presiden SBY namun tidak ada tanggapan.
"Lima kali saya kirim surat buat Pak Presiden ke Istana Negara, dan 1 kali ke Cikeas. Semua surat saya antar sendiri langsung. Saya juga pernah kirim surat ke Kompolnas dan Gubernur PTIK. Tapi semuanya tidak direspons sama sekali," ungkap pria asal Genuk Watu Barat, Malang, Jawa Timur, ini.
Azwan membawa spanduk besar bertuliskan 'Mogok Makan'. Dia mengaku akan mogok makan sampai Jumat. Setelah itu jika belum ada tanggapan, dia akan berpamitan pada keluarganya di Malang.
"Saya akan kembali lagi untuk mogok makan sampai mati," ujar pria sepuh ini.
(rdf/nrl)











































