Para pendukung KPK yang berjumlah ratusan orang menamakan diri Aliansi Masyarakat untuk KPK (AMUK). Mereka terdiri dari aktivis mahasiswa Yogyakarta, LSM dan masyarakat. Selain itu turut bergabung ratusan anggota aguyuban Petani Lahan Pasir Kulonprogo yang datang dengan mencarter tiga buah truk.
Sedangkan mereka yang anti-KPK menamakan diri Forum Masyarakat Cinta NKRI. Massa ini merupakan
gabungan masyarakat di sekitar Malioboro, Stasiun Tugu dan Pasar Kembang. Mereka ada yang berprofesi sebagai buruh, sopir becak, andong, tukang parkir dan lain-lain .
Massa AMUK mengusung berbagai bendera masing-masing organisasi. Mereka juga membawa poster besar bergambar seekor buaya dengan tulisan "Kapolri dan Jaksa Agung Mundur atau SBY Turun" serta dua buah karangan bunga tanda duka cita.
Massa AMUK mendesak pemberantasan mafia peradilan dan makelar kasus (markus). Termasuk juga menuntut kapolri dan Jaksa Agung dicopot dari jabatannya. "Tangkap Anggodo Widjojo yang telah merekayasa kriminalisasi KPK dan bongkar kasus Bangk Century yang telah merampok uang rakyat Rp 6,7 triliun," kata Wahyu salah seorang peserta aksi.
Sedang massa Forum Masyarakat Cinta NKRI membawa poster dengan warna khas merah putih. Poster itu berisi tulisan "Selamatkan intsitusi penegak hukum, Polri, Kejaksaan dan KPK". Massa juga meminta agar masyarakat jangan terpengaruh provokasi politik dan adu domba yang akan melemahkan NKRI.
Mereka menyerukan agar polri, Kejaksaan Agung dan KPK tidak terpancing provokasi politik oleh oknum-oknum yang ingin merusak NKRI. Mereka juga menyeraukan agar kasus Bibit dan Chandra
untuk diselesaikan di pengadilan untuk menentukan benar dan salah.
Dalam aksi itu kedua massa berangkat dari tempat yang sama yakni Taman Parkir Abu Bakar Ali yang ada di dekat pintu KA Stasiun Tugu. Dari tempat itu, mereka kemudian melakukan longmarch di Jalan Malioboro menuju simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta. Kedua massa aksi juga dilengkapi beberapa mobil terbuka yang ada pengeras suara yang dijadikan panggung orasi.
Untuk mencegah bentrokan, puluhan personel Poltabes Yogyakarta menjaga ketat kedua massa aksi itu. Namun sepanjang aksi berlangsung, keduanya tetap akur dan aksi berjalan damai meski sempat berjalan beriringan di Malioboro. Akibat adanya dua aksi itu, arus lalu-lintas kendaraan di Malioboro sempat tersendat dan sedikit macet.
(try/djo)











































