"Kepresnya seminggu lagi, setelah itu bisa langsung bekerja," ujar Jubir Kepresidenan RI Dino Patti Djalal pada detikcom, Senin (9/11/2009).
Sumber detikcom di Kepresidenan RI menyebut sedianya staff khusus baru bisa dilantik sebelum Presiden SBY bertolak ke Malaysia pada Rabu (11/11/2009) lusa. Mundurnya jadwal akibat posisi juru bicara bidang internasional yang akan ditinggalkan Dino Patti Djalal masih kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seminggu ke depan ini kita mencari pengganti Pak Dino, ya memang agak berat," kata sumber tersebut.
Menurutnya, posisi yang akan lowong tersebut diperuntukkan bagi kalangan Departemen Luar Negeri. Ini agar si Jubir baru kelak bisa langsung paham dalam masalah internasional terkini yang menjadi fokus Indonesia selain lingkup pekerjaannya membutuhkan koordinasi ketat dengan jajaran Deplu.
Sempat beredar kabar salah seorang petinggi partai koalisi menyodorkan jagoannya ke SBY. Namun nama itu ditolak karena pos staff khusus tidak untuk tokoh partai politik, baik masih aktif maupun sudah tidak lagi berada dalam kepengurusan.
"Kualifikasinya tinggi, tapi dia tidak mempunyai akses ke Deplu RI dan internasional cukup luas," ungkap salah seorang intelektual muda yang membenarkan namanya sempat ada dalam daftar teratas calon staff khusus.
(lh/ape)











































