Raker Komisi III DPR dengan Jaksa Agung dan jajarannya berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, Senin (9/11/2009). Sekitar pukul 12.30 WIB, Ketua Komisi III Benny K Harman menskors sidang selama 1 jam untuk istirahat, makan siang, dan salat. Raker disiarkan secara langsung oleh televisi.
Sejak raker dimulai, suasana raker sangat berbeda dengan raker dengan Kapolri pada Kamis (5/11/2009) malam lalu. Bila dalam Raker bersama Kapolri, suasana ruang rapat tampak santai dan sumringah, diseringi tepuk tangan untuk Susno, dan penuh dengan pernyataan dukungan kepada Polri, suasana Raker dengan Kejagung tampak lebih serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal rapat, Ketua Komisi III Benny K Harman meminta para anggota DPR untuk berbicara seperlunya. "Waktu ini sangat berharga. Jadi, tolong para anggota untuk menanyakan langsung ke jantung persoalan," pinta Benny. Kepada masing-masing anggota DPR yang intin bertanya, Benny memberi waktu tiga menit.
Saat memaparkan laporannya, Hendarman Supandji juga menyampaikan secara serius. Bahkan, di tengah-tengah pembacaan laporan, dia meminta izin agar penyampaian laporan disampaikan Jampidsus Marwan Effendy. "Maaf pimpinan, suara saya hampir habis. Apakah saya bisa meminta Jampidsus untuk meneruskan menyampaikan laporan," pinta Hendarman. Permintaan Hendarman pun dikabulkan.
Pemaparan usai, sejumlah anggota DPR pun berusaha menyampaikan tanggapan. Mereka tampak serius. Kasus makelar kasus (markus) di Kejagung menjadi fokus pertanyaan anggota DPR. Juga kasus Chandra dan Bibit. Ada juga anggota DPR yang menyampaikan kasus korupsi yang melibatkan dirinya.
Dari berbagai pertanyaan itu, berdasarkan pemantauan wartawan, pertanyaan kepada Jaksa Agung agak lebih berbobot dibanding saat mereka menyampaikan pertanyaan kepada Kapolri. Bahkan, anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menyampaikan pertanyaan yang 180 derajat berbeda saat Raker dengan Kapolri. Antara lain Bambang Soesatyo meminta Kejagung hari ini untuk mengeluarkan SKPP (surat keputusan penghentian penyidikan).
Tanggapan dan pertanyaan dari anggota FPG Nurdiman Munir juga berbobot. Begitu juga anggota FPDIP Gayus Lumbuun. Perdebatan juga mewarnai raker ini, saat anggota Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul memprotes kebijakan Benny K Harman. Jampidsus Marwan Effendy juga berbicara berapi-api.
Namun, gurau-gurauan tetap saja terjadi. Saat Marwan menjelaskan sesuatu, ada anggota Komisi III DPR yang nyeletuk," Interupsi pimpinan. Saya rasa Jampidsus sudah menggurui kita." Namun, celetukan itu berlalu saja, tak digubris.
(asy/nrl)










































