"Saya menilai itulah bentuk asli partai ini dalam menyikapi soal pemberantasan korupsi. PKS tidak tulus dalam mengawal demokratisasi," kata Direktur Lembaga Survei Trust Indonesia Imdadun Rahmat kepada detikcom, Senin (9/11/2009).
Menurut penulis buku soal PKS ini, PKS selama ini lebih banyak memanfaatkan isu-isu yang menguntungkan partainya. Sementara, isu-isu yang rawan dan cenderung membahayakan PKS, akan ditinggalkan. Hal ini terlihat dari sikap tidak jelasnya PKS dalam kasus Polri Vs KPK saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lihat untuk isu Cicak Vs Buaya, PKS memaknai ini sebagai face to face dengan SBY. Sementara, PKS menilai saat ini koalisi yang paling strategis ya tetap bareng sama SBY. PKS tidak kritis lagi untuk menjaga agar koalisi dengan SBY tidak cacat," imbuhnya.
Imdad juga menyesalkan sikap PKS yang biasanya kritis dengan situasi nasional yang merugikan rakyat, kali ini tidak bergerak. Padahal dengan jaringan dan organisasi underbouwnya, PKS bisanya akan mengawal di jalanan jika dukungannya lemah di perlemen.
"Organisasi sayap PKS kan biasanya keras, tapi kali ini tidak terdengar. Tidak bisa menyuarakan aspirasi rakyat. Padahal isunya soal praktek mafia peradilan yang marak, tapi, ini dia tidak turun. Ada apa ini," kritiknya.
(yid/nrl)










































