Baik koran, majalah, dan juga media Online memberitakan tentang kasus Chandra-Bibi yang sebaiknya dihentikan. Harian Kompas yang pada Sabtu dan Minggu memberikan kritik pedas kepada Komisi III DPR, hari ini, Senin (9/11/2009), Kompas menulis tiga berita di halaman pertama. Semua berita tentang kasus Bibit-Chandra.
Harian Kompas membawakan judul utama: 'Antasari Tak Yakin Ada Suap'. Dua judul berita lainnya adalah 'Oposisi Jalanan Akan Mnguat' dan 'Suara Anggodo Jadi Pembuka Lagu Rap.'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Judul besar di sampul Tempo bertuliskan "Kejutan Terbaru Anggodo". Di bagian bawahnya ada narasi sebagai berikut: Anggodo Widjojo mengarahkan saksi-saksi kunci untuk menjerat Bibit dan Chandra. Rekayasa itu sudah direncakan lama." Laporan utama mengenai kasus Bibit-Chandra sebanyak 16 halaman.
Koran Tempo membuat headline yang singkat dan tegas: 'Stop Penyidikan'. Kemudian di bagian lain ada konten 'Yang Janggal dan Penuh Lubang' yang berisikan tentang kejanggalan-kejanggalan konstruksi dan argumentasi hukum yang disampaikan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
Senada dengan Harian Tempo, Media Indonesia juga menulis headline dengan judul 'Perkara Bibit-Chandra Tidak Layak ke Pengadilan'. Ada judul lain seperti 'Ini Semua Konspirasi dan 'Ganyang Mafia Ganyang Kemunafikan'.
Indopos memiliki headline: Tim Duga Uang Balik ke Anggodo. Foto yang ditampilkan adalah foto Anggodo bertopi dan berseragam polisi, yang ditonjok oleh anak kecil. Dua judul lain di halaman pertama Indopos adalah Antasari Tak Yakin Ada Aliran Dana dan Demo Ribuan Warga Sinidi Super Anggodo.
Headline The Jakarta Post juga memiliki tema yang sama: Not Enoug Evidence to Charge KPK Leaders: Team'. Gambar Anggodo berpakaian polisi dan mengenakan topi polisi yang diarak dalam demo di Bundaran HI juga makin membuat menarik halaman pertamanya.
Seputar Indonesia juga menyajikan judul headline yang hampir senada: 'Antasari Tidak Yakin Bibit-Chandra Terima Uang'. Judul lain adalah 'Ribuan Facebooker Turun ke Jalan'. Di bagian lain ada tulisan kolom dari Rudy Satriyo, dosen hukum pidana Fakultas Hukum UI dengan judul: 'Bertepuk Tanganlah Para Pelanggar Hukum'.
Rakyat Merdeka mengeluarkan headline dengan berbagai judul berita terkait kasus Bibit-Chandra. Ada beberapa judul, antara lain: Super-Anggodo Demo di Bundaran HI, Tim 8 Nyerempet Skandal Century, dan Kasus Bibit-Chandra Tak Perlu ke Pengadilan'.
Republika memuat berita di headline dengan judul 'Antasari: Testimoni dari Anggoro'. Namun, di bagian lain ada wawancara khusus dengan Susno Duadji dengan judul 'Tim 8 Bukan Hakim'. Juga ada judul 'Senam Sehat Melawan Korupsi' yang berisikan tentang aksi demonstrasi di Bundaran HI.
Sementara itu, sejumlah media online juga tetap memberitakan update perkembangan kasus Bibit-Chandra. Pemberitaan yang mengemuka mengarah pada tidak kuatnya bukti yang dimiliki polisi dalam kasus Bibit-Chandra. (asy/nrl)











































