"Setiap jamaah tiba, kita usahakan untuk disiapkan bus. Begitu jamaah sudah memasuki masing-masing kamar dan siap berumrah, bus itu siap mengantar mereka ke Masjidil Haram. Namun selanjutnya, jamaah bisa ke masjid menggunakan bus itu lagi atau menggunakan kendaraan lain," kata Kepala Daker Makkah Subakin Abdul Muthalib, di kantornya Aziziyah, Makkah, Minggu (8/11/2009).
Menurut Subakin, penyiapan kendaraan bagi jamaah calhaj yang baru tiba ini sangat penting sebagai pemandu bagi jamaah yang akan melaksanakan tawaf dan sa'i di Masjidil Haram. Justru yang menjadi persoalan adalah ketika jamaah pulang menuju pemondokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait menyiapkan kendaaran feeder, Subakin mengatakan, secara prinsipnya sistem ini sudah disetujui. Feeder ini merupakn alat pamungkas bila terjadi penumpukan yang tidak terselesaikan oleh angkutan yang diadakan oleh Muasasah.
"Feeder ini sementara akan menggunakan bus kita, yang bertindak sebagai penyapu ranjau atau setengah emergency. Ini dilakukan agar keluhan jamaah tidak semakin panjang," ungkapnya.
Subakin juga mengatakan, bila feeder menggunakan bus yang dimiliki PPIH ini lebih menguntungkan karena menggunakan sopir dari Jakar. "Untungnya di sini, sopir-sopir dari Jakarta bisa dimanfatkan, makan sudah ada, tempat tinggal ada. Tinggal mobiliasi agar mereka lebih cepat," ujarnya.
Diakui Subakin, saat ini ada sejumlah keluhan dari jamaah tentang titik-titik naik turun jamaah yang sudah ditentukan ternyata sering dialihkan oleh polisi setempat. Tentunya, ini akan menyulitkan lagi bagi petugas PPIH untuk mengawasi kendaraan yang ada saat ini.
Oleh sebab itu, pihaknya dengan tim satgas lapangan telah memutuskan akan mengambil jalan-jalan mana saja yang bisa dipakirkan bus-bus yang telah disewa itu dari Muasasah. "Kita ambil jalan tengah yang bisa diparkirkan bus, antara pemondokan satu dengan pemondokan yang terdekat. Diharapkan titik tengah ini akan terjangkau semuanya saat menuju Masjidil Haram," jelasnya.
Namun Subakin tidak menjamin ketika jamaah calon haji hendak pulang dari Masjidil Haram. Selain adanya perubahan titik atau tempat untuk menaikan penumpang, jalanan yang macet, belum lagi menjelang wukuf di Arafah nanti.
(zal/mad)











































