Peristiwa itu terjadi saat Koordinator Komite Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid berorasi di sebuah pangung kecil, Minggu (8/11/2009) pukul 10.00 WIB. Seorang pria tiba-tiba naik ke atas panggung dengan membawa poster berukuran 0,5 X 1 meter.
Pada poster tersebut, tampak foto Anggodo, tokoh utama dalam dugaan rekayasa kasus KPK, berwajah merengut. Di kepalanya bertengger topi Korps Bhayangkara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koruptorrrrrr!" sahut ratusan orang perserta aksi.
Tidak berapa lama, poster itu kemudian dilempar ke tengah-tengah pengunjuk rasa dan langsung diinjak-injak. Usman sempat menghentikan orasinya. Namun, setelah kekesalan massa mereda, dia kembali berorasi.
"Apakah kalian berani menjadi seorang Munir? Munir itu berusaha membersihkan negara ini dari salah satu masalah seperti korupsi. Apakah kita akan diam saja, jika Kepolisian, DPR, dan Presiden membiarkan?" cetusnya.
"Tidaakkkkk!" teriak massa.
"Akan kita apa kan?" tanya Usman
"Lawan, lawan!" jawab mereka kompak. (irw/nrl)











































