Pernyataan Kapolri Soal Cak Nur Menjurus ke Pembunuhan Karakter

Pernyataan Kapolri Soal Cak Nur Menjurus ke Pembunuhan Karakter

- detikNews
Minggu, 08 Nov 2009 09:56 WIB
Pernyataan Kapolri Soal Cak Nur Menjurus ke Pembunuhan Karakter
Jakarta - Pernyataan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang mengaitkan Nurcholish Madjid (Cak Nur) dengan kasus dugaan korupsi terus menuai kecaman. Pendukung Cak Nur menilai pernyataan Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi III itu bukanlah berdasar fakta, tetapi spekulasi yang serampangan.

"Pernyataan itu serampangan dan menjurus ke arah pembunuhan karakter," kata Anggota Dewan Ahli Nurcholish Madjid Society (NCMS), Yudi Latif, saat dihubungi detikcom, Minggu (8/11/2009).

Selain sebagai tokoh pluralisme agama, kata Yudi, sosok Cak Nur juga merupakan ikon pemberantasan korupsi. Sehingga, lajutnya, mengaitkan sosok Cak Nur dengan kasus dugaan korupsi adalah hal yang menimbulkan pertanyaan.

"Selama hidup Cak Nur menjaga dirinya bersih dan menjunjung tinggi etika," ujarnya.

Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke MS Kaban dari PT Masaro Radiokom karena Pimpinan KPK nonaktif Chandra Hamzah punya kedekatan emosional dengan mantan Menhut itu.

Kaban, dikatakan Kapolri, pernah menjadi saksi nikah Chandra dengan putri dari seorang tokoh yang sangat dihormati, 'N'. Belakangan diketahui N yang disebut Kapolri adalah Nurcholish Madjid.

Menurut Yudi, pernyataan tersebut tidak berdasarkan fakta. Ia menjelaskan, Putri Cak Nur, Nadia Madjid, menikah dengan Chandra Hamzah tahun 1994 dan tidak mengundang Kaban.

"Dikatakan CH punya utang budi Kaban karena difasilitasi perkawinannya. Itu spekulasi, bukan fakta. Bahkan Kaban tidak diundang karena Cak Nur tak mengenal Kaban," ujar Yudi.

Yudi menambahkan, polisi juga lupa pernihakan itu terjadi pada tahun 1994, saat Kaban belum siapa-siapa.

"Dia belum terkenal, jadi nggak mungkin Cak Nur mengundang Kaban yang tidak dikenal dan belum siapa-siapa pada zaman itu," tegasnya.

(lrn/nrl)


Berita Terkait