Kapolri dan Susno Ditantang Debat Terbuka Soal Kasus Bibit-Chandra

Kapolri dan Susno Ditantang Debat Terbuka Soal Kasus Bibit-Chandra

- detikNews
Sabtu, 07 Nov 2009 01:10 WIB
Kapolri dan Susno Ditantang Debat Terbuka Soal Kasus Bibit-Chandra
Jakarta - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dan Kabareskrim Nonaktif Komjen Pol Susno Duadji ditantang debat secara terbuka terkait kasus Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah. Adalah seorang advokat bernama Jazuni yang mengirim tantangan tersebut.

"Sebagai solidaritas untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang ditahan Mabes Polri dengan sangkaan penyalahgunaan wewenang, saya Dr Jazuni, SH., MH., dengan ini menantang Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji untuk berdebat soal profesionalitas Polri," kata Jazuni.

Dalam salinan surat tantangan yang detikcom terima, Jumat (6/11/2009), tercantum nama BHD dan Susno Duadji sebagai orang yang dituju, lengkap dengan alamat kantor di Jalan Trunojoyo 3, Kebayoran Baru, Jaksel. Surat itu ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, pimpinan KPK, pimpinan Komisi III DPR, pers, dan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salinan surat itu, kata Jazuni, sengaja dia sebarkan supaya menumbuhkan keberanian pada diri masyarakat untuk mengkritisi perilaku aparat. Tak hanya surat tantangan, Jazuni juga menyertakan bukti pengiriman surat tersebut ke Mabes Polri, Presiden, KPK, dan pimpinan Komisi III DPR.

"Kalaupun Polri hendak mengusut penyalahgunaan wewenang di institusi lain, seharusnya Polri terlebih dahulu membersihkan institusinya dari penyalahgunaan wewenang," demikian tulis pria yang mengaku punya banyak pengalaman terkait ketidakprofesionalan Polri ini.

Dalam surat yang juga dia rilis di website resminya itu, Jazuli sengaja tidak mencantumkan tempat dan waktu debat. Alasannya, dia ingin memberi keleluasaan kepada BHD dan Susno untuk menentukan tempat dan waktu sehingga tidak lagi punya alasan untuk tidak hadir dengan alasan kesibukan.

Tak hanya itu, Jazuni juga berani menegaskan seluruh biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan debat itu akan dia tanggung sepenuhnya. Dia mengusulkan agar BHD dan Susno memilih tempat yang memungkinkan ratusan orang menyaksikan perdebatan itu.

"Seandainya, Kapolri dan Kabareskrim menganggap apa yang dilakukan Polri terhadap Bibit dan Chandra sudah benar, dan pimpinan dan anggota Polri bersih dari perilaku sebagaimana yang dituduhkan kepada mereka, tentunya Kapolri dan Kabareskrim akan dengan senang hati melayani tantangan debat ini," kata Jazuni. (sho/sho)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads