Awal mula pelecehan tersebut terjadi ketika beberapa wartawan televisi mengambil gambar video lokasi TKP pengeroyokan di RTH Warung Taman (Wartam), Jalan Sisimangaraja, Jaksel, Jumat (6/11/2009).
Beberapa alumni yang sedang duduk-duduk di taman tiba-tiba melarang pengambilan gambar tersebut tanpa alasan yang jelas. "Izin dulu dong," kata seorang alumni yang mengenakan kaos ungu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasanapun memanas. Alumni itu tiba-tiba saja melarang pengambilan gambar di taman tersebut. "Kamu siapa, mengharuskan izin. Ini tempat umum, fasilitas publik," tambah Zikrullah.
Mendapat suasana memanas, wartawan lain pun mencoba melerai. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Alumni itu malah mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan para wartawan.
Alhasil, pernyataan ini membuat 15 wartawan dari berbagai media emosi. Mereka langsung meminta klarifikasi tersebut. Namun alumni yang tidak diketahui namanya itu lantas mengulangi kata-kata tersebut. Tak ayal, wartawanpun semakin naik darah dan meminta alumni tersebut menjelaskan maksud pernyatannya.
Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, alumni tersebut dilarikan ke sekolah oleh teman-temanya. Lantas bersama beberapa temannya dia langsung kabur menggunakan mobil ke arah Blok M. "Ini sebuah pelecehan untuk profesi wartawan," kata Zikrullah.
(asp/sho)











































