"Rapat diskenariokan buat Kapolri jelaskan bahwa pihaknya yang benar," ujar pengamat politik Ray Rangkuti dalam jumpa pers di Kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2009).
Dugaan skenario ini semakin kuat karena tidak adanya pertanyaan mendalam dari anggota dewan yang mempermasalahkan mengapa hingga saat ini Anggodo tidak dijadikan tersangka. Status Komjen Pol Susno Duadji yang belum dicopot sebagai Kabareskrim juga tidak kejar secara mendalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti-bukti yang dipaparkan oleh Kapolri kalau KPK sudah menerima suap karena berulang kali mobil dinas pimpinan dan staf KPK mendatangi Pasar Festival dan Belagio dinilai tidak jelas.
"Memang kenapa kalau mobil itu ada disana?" cetus Ray.
Lalu Ari Muladi dikatakan pernah mendatangai KPK sehingga menunjukan Ari memiliki koneksi dengan KPK harus dicek kebenarannya. "Belum tentu data polisi benar adanya," kata Ray.
Rapat semalam, lanjut Ray, merupakan praktek pola memanipulasi fakta dan data. Komisi III diminta segera mengundang KPK untuk melakukan RDP. "DPR wajib rapat dengan KPK," tandasnya.
(did/sho)










































