"Kami mendukung langkah kepolisian dan meminta Presiden membubarkan TPF," kata koordinator aksi, Soleh Hadi, dalam orasi didepan Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/11/2009).
Dalam aksinya, pendemo yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Nusantara membawa berbagai poster dukungan. Antara lain berbunyi "Bubarkan TPF", "Mendukung Polri Tegakkan Hukum", dan "TPF Bukan Pengacara Chandra-Hamzah".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai berorasi sekitar 45 menit, pendemo membubarkan diri dengan tertib. Sementara puluhan polisi yang berjaga terlihat santai membuat pagar betis. Uniknya, selama berdemo, polisi membiarkan pendemo menggunakan toa (alat pengeras suara) --- sesuatu yang dilarang bila berdemo di depan Istana. (Ari/nrl)











































