"Saya sedih mendengar berita tentang Kapolri yang menyabut nama Cak Nur dan Nadia," kata Omi Komaria, Jumat (6/11/2009).
Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11/2099), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Salah satu dugaan Kapolri, karena Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini terkait keberadaan Cak Nur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inisial MK dibuka oleh anggota FDIP Gayus Lumbuun. Sedangkan CMH sudah diketahui bahwa itu inisial Chandra. Lantas N? Informasi yang beredar N merupakan inisial Nurcholish Madjid alias Cak Nur.
Bagaimana Kapolri mengaitkan hubungan Chandra, MS Kaban, dan Cak Nur? Informasi yang didapatkan detikcom, Kapolri menduga Chandra memiliki utang jasa terhadap Kaban, karena diperkenalkan dengan Nadia Madjid, putri Cak Nur. Lewat Kaban, akhirnya Chandra pun menikahi Nadia pada 1994 silam, meski akhirnya kedua pasangan ini bercerai. Dengan cerita inilah, Kapolri menduga Chandra tidak memproses kasus Kaban itu.
MS Kaban Tak Diundang
Omi tak bisa mengerti mengapa Kapolri menyebut-nyebut keluarganya. "Kenapa Kapolri nyebut-nyebut keluarga kami?" gugat Omi. Omi menilai pernyataan Kapolri sebagai salah besar. "Karangan dari mana itu?" tanya Omi.
Omi juga menyangkal MS Kaban menikahkan putrinya, Nadia, dengan Chandra. "Masya Allah kalau Nadia dan Chandra yang menikahkan MS Kaban. Saksi pun juga tidak dan kami tidak mengundangnya. Cak Nur pun juga tidak pernah nyebut-nyebut nama Kaban yang berarti Cak Nur tidak kenal atau tidak pernah ada hubungan dengan MS Kaban," jelas Omi.
Omi meminta Kapolri mengklarifikasi hal tersebut. "Kenapa soal KPK dengan Polri dikaitkan dengan soal pribadi? Tolong klarifikasi," ujarnya.
(fiq/nrl)










































