"Mengerikan karena mereka harus ditembaki di pangkalan militer di tanah air Amerika," kata Obama pada konferensi pers seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (6/11/2009).
Obama menyatakan simpati belasungkawa pada para keluarga korban yang tewas dan terluka serta mereka yang tinggal dan bekerja di Fort Hood.
Sebanyak 11 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden berdarah yang terjadi pada Kamis, 5 November sekitar pukul 13.30 waktu setempat itu. Pelaku penembakan adalah Mayor Nidal Malik Hasan, psikiater militer yang ditempatkan di Fort Hood.
Motif penembakan belum jelas. Namun beredar kabar bahwa Hasan marah karena dirinya akan ditempatkan ke Irak. Pria itu dikenal menentang keras perang Irak dan Afghanistan. Rekan-rekan Hasan menuturkan, pria itu secara terbuka kerap mengungkapkan kemarahannya atas penempatan pasukan AS di kedua negara tersebut.
(ita/iy)











































